Wednesday, 4 December 2013

Windows XP Genuine Maker

Need to activate your copy of Windows XP SP1/2 or SP3?

No need to search for Cracks and/or other activators that are packed with Trojans and Viruses and other Malware.

All you need to is Download the provided (filename.reg) file and Just double click this registry file and add it to your system registry. That's all!! DONE.. Nothing you need to do after this..

Your Windows will achieve the Genuine Status and You can use Windows Updates and/or Microsoft Security Essentials and other Products from Microsoft.

Just Click here

Sunday, 2 December 2012

Software Collections

Ubuntu
salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian dan didistribusikan sebagai software bebas. Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang berarti "Kemanusiaan kepada sesama". Ubuntu didesain untuk kepentingan penggunaan personal, namun versi server Ubuntu juga tersedia, dan telah dipakai secara luas.
Proyek Ubuntu resmi disponspori oleh Canonical Ltd. yang merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.
Link Download:
Ubuntu 10.04.4 LTS Desktop
Ubuntu 10.04.4 LTS Server

Backtrack
adalah salah satu distro linux yang merupakan turunan dari slackware yang mana merupakan merger dari whax dan auditor security collection. Backtrack dua dirilis pada tanggal 6 maret 2007 yang memasukkan lebih dari 300 tool security sedangkan versi beta 3 dari backtrack dirilis pada tanggal 14 desember 2007 yang pada rilis ketiga ini lebih difokuskan untuk support hardware. Sedangkan versi backtrack 3 dirilis pada tanggal 19 juni 2008 pada backtrack versi 3 ini memasukkan saint dan maltego sedangkan nessus tidak dimasukkan serta tetap memakai kernel versi 2.6.21.5. pada BackTrack 4 Final sekarang ini menawarkan kernel linux terbaru yaitu kernel 2.6.30.4. Sekaligus pada Rilis BackTrack 4, dapat dikatakan berpindah basis yakni dari dahulu yang Slackware menjadi berbasis Ubuntu. Dilengkapi juga dengan patch untuk wireless driver untuk menanggulangi serangan wireless injection (wireless injection attacks).
Link Download:

Friday, 30 November 2012

10 Besar Tools Keamanan Jaringan

Berikut ini saya akan memberikan info/rekomendasi tool keamanan jaringan yg paling top, oke, dan tidak diragukan lagi kemampuan dan kualitasnya. Bagi anda yg hobi dalam jaringan komputer mungkin tool-tool ini tidak asing lagi!!!


Diurutan pertama saya memberikan tool Nessus. Peringkat ini berdasarkan survey oleh insecure.org, spesial for nmap. Karena survey ini dilakukan di mailing listnya nmap.

1. Nessus : Premier UNIX vulnerability assessment tool
2. Wireshark : Sniffing the glue that holds the Internet together
3. Snort : Everyone's favorite open source IDS
4. Netcat : The network Swiss army knife
5. Metasploit Framework : Hack the Planet
6. Hping2 : A network probing utility like ping on steroids
7. Kismet : A powerful wireless sniffer
8. Tcpdump : The classic sniffer for network monitoring and data acquisition
9. Cain and Abel : The top password recovery tool for Windows
10. John the Ripper : A powerful, flexible, and fast multi-platform password hash cracker

Wednesday, 14 November 2012

Model OSI

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).

Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
  • Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
  • Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
  • Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.

OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.


















Keterangan:
  • Layer 1 (Physical layer), Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
  • Layer 2 (Data-link layer), Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
  • Layer 3 (Network layer), Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
  • Layer 4 (Transport layer), Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
  • Layer 5 (Session layer), Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
  • Layer 6 (Presentation layer), Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
  • Layer 7 (Application layer), Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
Fungsi dari tiap lapisan model OSI
  1. Lapisan fisik berkaitan dengan transmisi aliran bit yang tidak terstruktur melalui media fisik; menangani karakteristik mekanik, elektrik, fungsional dan prosedural untuk mengakses media fisik.
  2. Lapisan data link menyediakan transfer informasi yang handal dengan melewati link fisik dengan mengaktifkan, memelihara dan menon-aktifkan link,; mengirim blok data (frame) dengan sinkronisasi, kendali kesalahan dan kendali aliran data yang penting.
  3. Lapisan network menyediakan pelayanan untuk lapisan - lapisan yang lebih tinggi dengan kebebasan dari transmisi data dan teknologi switching yang digunakan untuk menghubungkan sistem; bertanggung jawab untuk membuka, memelihara dan mengakhiri hubungan; mengatasi fasilitas komunikasi yang terganggu.
  4. Lapisan transport menyediakan transfer data yang handal dan transparan antara titik-titik akhir; menyediakan pengendalian kesalahan dan kendali aliran end-to-end dengan memastikan bahwa unit data dikirim tanpa kesalahan, berurutan, dan tanpa kehilangan duplikasi.
  5. Lapisan session menyediakan struktur kendali untuk komunikasi antar aplikasi (seperti satu arah, dua arah bergantian dan dua arah bersamaan); membuka, mengatur dan mengakhiri koneksi (session) antar aplikasi yang bekerja sama.
  6. Lapisan presentasi menyediakan kebebasan untuk proses - proses aplikasi dari perbedaan-perbedaan dalam representasi dan format data (sintaks), contoh teletex, videotex.
  7. Lapisan aplikasi menyediakan akses untuk lingkungan OSI bagi pemakai dan juga menyediakan pelayanan informasi terdistribusi; file transfer dan job transfer.
Adapun prinsip yang digunakan OSI Layer yaitu:
  • Sebuah Layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
  • Setiap Layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.
  • Fungsi layer di bawahnya adalah sebagai pendukung fungsi layer di atasnya.
  • Fungsi setiap Layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol internasional.
  • Batas-batas Layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
  • Jumlah Layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu Layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah Layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin ehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.
Setelah mengenal beberapa prinsip dari OSI Layer, maka kita mesti mengenal Tujuan dari OSI Layer:
  • Koordinasi berbagai kegiatan.
  • Penyimpanan data.
  • Antar layer berlainan terdapat interface, layer yang sama terdapat protokol.
  • 3 layer pertama adalah interface antara terminal dan jaringan yang dipakai bersama, 4 layer selanjutnya adalah hubungan antara software.
  • Keandalan dan keamanan sistem pendukung perangkat lunak.
  • Manajemen sumber dan proses.
  • Membuat kerangka agar sistem atau jaringan yang mengikutinya dapat saling berkomunikasi dan saling bertukar informasi, sehingga tidak tergantung

You also can read OSI Model In English : http://en.wikipedia.org/wiki/OSI_model


Sumber:

Friday, 2 November 2012

TCP dan UDP

Ketika kita mulai mempelajari jaringan timbul sebuah pertanyaan mengenai transmisi atau pengiriman data yang dilakukan oleh jaringan, baik jaringan local maupun intrenet. adapun transmisi atau pengiriman data melalui jaringan dilakukan dengan dua metode yaitu:

TCP (Transmission Control Protocol) 
TCP
adalah protokol yang paling umum digunakan di Internet. Alasan untuk ini adalah karena TCP menawarkan koreksi kesalahan dan kontrol aliran data. Ketika protokol TCP digunakan pastilah "pengiriman data dapat terjamin." Hal ini disebabkan sebagian besar di sebagian metode yang disebut "flow control." Flow control menentukan kapan data harus dikirim kembali, dan menghentikan aliran data paket sebelumnya sampai berhasil ditransfer. Ini bekerja jika paket data yang dikirim mengalami tabrakan data atau hilang. Ketika ini terjadi, klien mengirim ulang permintaan paket dari server sampai seluruh paket lengkap dan identik dengan aslinya.

UDP (User Datagram Protocol)

UDP 
adalah protokol yang umum digunakan antera di Internet. Namun, UDP tidak pernah digunakan untuk mengirim data penting seperti halaman web, dll informasi database,; UDP umumnya digunakan untuk streaming audio dan video. Media streaming seperti Windows Media file audio (. WMA), Real Player (. RM), dan lain-lain menggunakan UDP karena menawarkan kecepatan! Alasan UDP lebih cepat daripada TCP karena tidak ada bentuk kontrol aliran atau koreksi kesalahan. Data yang dikirim melalui Internet dipengaruhi oleh tabrakan, dan kesalahan mungkin akan terjadi. Ingatlah bahwa UDP hanya berkaitan dengan kecepatan. Ini adalah alasan utama mengapa media streaming tidak berkualitas tinggi.
UDP adalah protokol yang umum digunakan antera di Internet. Namun, UDP tidak pernah digunakan untuk mengirim data penting seperti halaman web, dll informasi database,; UDP umumnya digunakan untuk streaming audio dan video. Media streaming seperti Windows Media file audio (. WMA), Real Player (. RM), dan lain-lain menggunakan UDP karena menawarkan kecepatan! Alasan UDP lebih cepat daripada TCP karena tidak ada bentuk kontrol aliran atau koreksi kesalahan. Data yang dikirim melalui Internet dipengaruhi oleh tabrakan, dan kesalahan mungkin akan terjadi. Ingatlah bahwa UDP hanya berkaitan dengan kecepatan. Ini adalah alasan utama mengapa media streaming tidak berkualitas tinggi.

Perbedaan antara TCP dan UDP
 
TCP (Transmission Control Protocol)
  • Beroperasi berdasarkan konsep koneksi. 
  • Jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur. 
  • Secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket. 
  • Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya. 
  • Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.
UDP (User Datagram Protocol)
  • Tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode sendiri. 
  • Tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali. 
  • Pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual. 
  • Harus membuat kepastian mengenai proses transfer data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya. 
  • Jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.

Keuntungan dan Kekurangan dari TCP dan UDP!

Keuntungan UDP
  • UDP tidak memerlukan waktu untuk menjalin koneksi, data langsung saja dikirimkan. 
  • UDP lebih fleksibel karena misalnya saja terjadi kemacetan pada salah satu bagian jaringan, maka datagram dapat dialihkan menghindari bagian yang mengalami kemacetan tersebut. Kemudian apabila sebuah simpul(node) mengalami kerusakan/kegagalan, maka packet berikutnya dapat menemukan jalan/rute pengganti yang melewati simpul tersebut.
Kekurangan UDP
  • Segment UDP memiliki kemungkinan untuk hilang. 
  • Paket yang diterima mungkin dalam keadaan yang tidak urut. Jika paket yang diterima tidak urut, paket akan dibuang.
Keuntungan TCP
  • Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen. 
  • metode yang disebutflow control. Flow control menentukan kapan data harus dikirim kembali, dan kapan menghentikan aliran data paket sebelumnya, sampai data tersebut berhasil ditransfer. Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data. 
  • Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berartii. 
  • Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini. Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi jaringan. 
  • Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain. 
  • Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya. 
  • TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork. 
  • Adanya Open Protocol Standart, yaitu tersedia secara bebas dan dapat dikembangkan secara independen terhadap jenis hadware computer atau system operasi apapun yang kita gunakan. TCP/IP telah mendapat dukungan yang luas dari beberapa vendor hardware maupun software . Dengan demikian, diharapkan kita dapat dengan mudah menghubungkan berbagai macam protocol yang berbeda dari berbagai platform system operasi. 
  • Terdapat High Level Protocol Standard, yang dapat digunakan untuk melayani user secara luas ,sehingga para pengguna computer dapat menggunakan fasilitas yang ada pada jaringan. 
  • Metode pengalamatan yang umum, sehingga perangkat hardware yang mengunakan TCP/IP dapat menghubungkan alamat perangkat-perangkat computer yang lain berada pada seluruh jaringan computer yang saling terhubung. Bahkan dapat juga dengan hubungan eksternal Internet.
Kekurangan TCP
  • Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). 
  • Service, Interface dan Protokol tidak dibedakan.
  • Tak satu pun yang merupakan model umum.
  • Tidak ada sebutan dari physical dan data link layer.
  • Protokol yang kecil sangat susah diganti. 

TCP (Transmission Control Protocol)
TCP merupakan protokol berorientasi koneksi, koneksi dapat dibuat dari client ke server, dan sejak itu data dapat dikirim sepanjang hubungan itu berlangsung. 
  • Reliable (terpercaya) - ketika Anda mengirim pesan sepanjang soket TCP, Anda tahu itu akan sampai di sana kecuali koneksi gagal sepenuhnya. Jika tersesat sepanjang jalan, server akan kembali meminta bagian yang hilang. Ini berarti integritas lengkap, dan data tidak rusak.
  • Ordered (terorganisir) - jika Anda mengirim dua pesan sepanjang sambungan, satu demi satu, Anda tahu pesan pertama akan sampai di sana pertama. Anda tidak perlu khawatir tentang data tiba dalam urutan yang salah.
  • Heavyweight (berat) - ketika bagian data dari "aliran" TCP tiba di urutan yang salah, maka komputer harus mengirim ulang permintaan yang telah di kirimkan, dan semua data yang tiba harus disatukan kembali secara utuh, sehingga akan sedikit lebih rumit untuk menyatukan kembali data yang telah diterima.
UDP (User Datagram Protocol)
Sebuah pesan sederhana berbasis protokol connectionless. Dengan UDP Anda mengirim pesan (paket) di seluruh jaringan dalam beberapa bagian.
  • Unreliable (tidak terpercaya) - Bila Anda mengirim pesan, Anda tidak tahu apakah itu akan sampai di sana, datayang di kirim bisa saja hilang atautersesat di jalan (jaringan). 
  • Not ordered (tidak terorganisir) - Jika Anda mengirim dua pesan keluar, Anda tidak akan tahu yang mana leih dulu sampai.
  • Lightweight (ringan) - Tidak ada pemesanan pesan, tidak ada pelacakan koneksi, dll Ini hanya mengirim dan melupakan! Ini berarti itu jauh lebih cepat, dan network card / OS (sistem operasi)  melakukan lebih sedikit pekerjaan untuk menerjemahkan kembali data dari paket.
http://blog.ub.ac.id/sitikurniawati/2012/05/13/165/
http://riyadi-rodriguez.blogspot.com/2011/07/pengertian-serta-perbedaan-tcp-dan-udp.html